Gangguan Kepribadian: Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD)

Pengertian Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD)
Foto: psychologytoday.com
Penderita gangguan kepribadian Obsessive-Compulsive Personality Disorder(OCPD) memiliki karakteristik yang berhubungan dengan ketertiban, perfeksionis, kontrol dan mental interpersonal yang tidak fleksibel, tidak terbuka, serta tidak efisien. Mereka biasanya sulit memutuskan tugas mana yang harus diprioritaskan atau cara apa terbaik untuk melakukan pekerjaan tertentu sampai akhirnya ia mungkin tidak memulai sesuatu.

Mereka akan menjadi kecewa atau marah saat tidak bisa mengontrol lingkungan fisik atau interpersonal, meskipun kemarahan tersebut tidak diekspresikan secara langsung. Misalnya seseorang yang marah saat layanan di restoran kurang baik, namun daripada langsung melakukan komplain kepada pihak manajemen, mereka mengekspresikannya dengan seberapa banyak tip yang ditinggalkan. Kemarahan mereka kadang terjadi karena hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Penderita OCPD dalam hubungan sehari-hari biasanya formal dan serius. Mereka akan menjadi kaku saat seharusnya orang lain tersenyum atau bahagia. Mereka akan menahan diri sampai yakin apa yang mereka katakan menjadi sempurna.

Ciri-Ciri Penderita Obsessive-Compulsive Personality Disorder(OCPD)
Foto: www.scientificamerican.com
Beberapa ciri-ciri dari penderita Obsessive-Compulsive Personality Disorder antara lain:

a. Terobsesi dengan detail, aturan, daftar, organisasi, atau jadwal secara berlebihan sampai aktivitas penting menjadi terabaikan

b. Menunjukkan perfeksionisme yang berhubungan dengan penyelesaian tugas, kadang tidak dapat menyelesaikan sebuah proyek karena tidak sesuai standar yang diinginkan

c. Terobsesi pada pekerjaan dan produktivitas sehingga mengabaikan kesenangan dan hubungan pertemanan

d. Terlalu teliti dan tidak fleksibel terhadap moralitas, etika, atau nilai-nilai kehidupan

e. Tidak bisa membuang objek yang tidak berguna meskipun tidak memiliki nilai sentimental

f. Enggan mendelegasikan tugas atau pekerjaan pada orang lain kecuali jika mereka menuruti cara yang dikehendaki olehnya

g. Memiliki gaya pengeluaran yang kikir pada diri sendiri dan orang lain. Merasa bahwa uang harus ditimbun untuk masa depan.

h. Menunjukkan kekakuan dan keras kepala yang signifikan.

Penyebab OCPD, Diagnosa, Pengobatan
Foto: i.ytimg.com/vi/0za3oKruzZs/
Peneliti saat ini masih belum tahu apa penyebab dari Obsessive-Compulsive Personality Disorder. Kebanyakan menyatakan bahwa adanya penyebab biopsychosocial. Penyebab tersebut berupa faktor genetis dan biologi, faktor sosial bagaimana seseorang berinteraksi saat awal perkembangan diri dengan keluarga dan teman, dan faktor psikologis. Jika seseorang menderita gangguan kepribadian ini maka peneliti menyebutkan bahwa kemungkinan terjadi peningkatan risiko untuk menurunkannya pada anak-anak mereka.

Diagnosa gangguan ini dilakukan oleh ahli kesehatan mental dengan membandingkan ciri-ciri dan riwayat kehidupan. Mereka akan menentukan apakah ciri-ciri yang dimiliki sesuai dengan kriteria untuk penderita gangguan kepribadian OCPD.

Penyembuhan gangguan kepribadian OCPD biasanya berupa psikoterapi dalam jangka lama dengan seorang ahli terapi yang berpengalaman menangani jenis gangguan kepribadian ini. Obat-obatan medis juga biasanya diresepkan untuk membantu mengatasi masalah yang muncul karena karakter yang mereka miliki.

Penderita biasanya memiliki kehidupan yang normal seperti memiliki keluarga, teman dan pekerjaan biasa. Ahli terapi harus berhati-hati untuk melakukan pendekatan pada penderita yang mungkin tidak siap atau tidak mau berubah.
Gangguan Kepribadian: Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD) Gangguan Kepribadian: Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD) Reviewed by Unknown on 7:35:00 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.