5 Variasi dari Depresi (Tidak Resmi)

cr: heart.org

Depresi ibaratnya seperti salad yang punya beberapa jenis. Ada salad kale dan quinoa, ada salad kentang creamy, dan bahkan ada salad buah-buahan. Depresi serupa dengan itu. Masalah mental yang satu ini memiliki setidaknya sembilan gejala berbeda. Ada beragam kombinasi yang kemudian bisa didapatkan dari gejala tersebut. Apapun gejala depresi yang dimiliki, kemungkinan meliputi tiga hal berikut:

a. Perubahan mood

Menurut studi yang dirilis melalui jurnal Nature Medicine, 97% orang yang menderita depresi bermasalah dengan mood mereka sendiri. Mereka biasanya merasa tidak bahagia, tidak ada harapan, atau helpless.

b. Anhedonia

Lebih dari 96% mengalami apa yang disebut anhedonia. Ini berupa keadaan saat kebahagiaan dan kepuasaan menjadi tergerus. Orang yang mengalami anhedonia tidak bisa menikmati apapun. 

c. Kelelahan

Penderita depresi 94% akan merasa kelelahan, capek, dan sejenisnya. Mereka merasa tidak memiliki energi seperti kura-kura yang diberi obat tidur.

Selain tiga gejala tersebut, ada beberapa tanda-tanda lain yang bisa dialami seseorang yang menderita depresi. Beberapa variasi depresi yang tidak resmi antara lain:

1. Morning melancholy

Tipe depresi ini suram dan mendalam. Tidak ada yang terasa enak dan kesenangan hidup seakan menguap. Bahkan dengan kejutan yang menyenangkan atau kabar baik, kegembiraan menghilang setelah beberapa menit.

Orang yang menderita depresi tipe ini biasanya tidak memiliki keinginan untuk bersosialisasi dan melakukan hal favorit mereka. Mereka juga merasa putus asa dan hampa. Penderita akan merasa bersalah atas berbagai hal bahkan tentang keberadaannya. Tipe melankolis ini terasa paling buruk saat pagi hari.

2. Anxious Distress

Kecemasan menjadi bagian mengapa depresi sering tidak terdeteksi. Kita biasanya menganggap depresi sebagai perasaan sedih namun tidak menganggapnya sebagai perasaan gelisah, tegang, lelah. Kita juga tidak menganggap depresi sebagai ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Menurut sebuah artikel di The Lancet, kecemasan adalah kecebong dari katak depresi. Ini datang lebih dulu seperti setahun atau dua tahun sebelumnya, kemudian berubah ke bentuk yang berbeda. Selain itu seiring bertambahnya usia, episode depresi akan lebih dipenuhi kecemasan. 

3. Lingering trauma

Sebuah meta-analisis dari 57 studi berbeda dengan 7000 peserta yang menderita PTSD menemukan bahwa lebih dari setengahnya juga mengalami depresi. Menariknya, ada hierarki di antara trauma, orang yang selamat dari trauma militer dan yang mengalami pelecehan lebih mungkin mengalami depresi daripada orang yang mengalami trauma non-interpersonal seperti bencana alam. Trauma karena orang ke orang memang lebih dapat mengubah keyakinan tentang dunia, seperti menjadi tidak percaya pada siapapun. 

4. Dampak kehilangan

Kematian orang yang dicintai, akhir dari hubungan romantis, bisa menjadi contoh mewakili kehilangan. Tidak ada satu cara yang tepat agar dapat sembuh dari kehilangan dan tidak ada tenggat waktu untuk merasa kembali baik. Depresi yang disebabkan kehilangan bisa berupa kesedihan dan kesulitan menemukan kesenangan. Orang-orang yang kehilangan bisa tidak nafsu makan dan terganggu pola tidurnya. Tubuh mereka seolah-olah melakukan pemogokan untuk makan dan tidur.

5. Dampak kegagalan dan kemunduran

Kehilangan pekerjaan, dikeluarkan dari sekolah, atau kegagalan lain bisa menjadi katalisator untuk depresi. Studi dari American Journal of Psychiatry menemukan bahwa jenis depresi ini disertai dengan kelelahan yang ekstrem, terlalu banyak tidur, dan pesimisme yang meluas. Mereka seolah-olah merasa tidak bisa melalukan berbagai hal. 

Rasa bersalah dan perenungan juga bisa menjadi dua gejala tambahan dari depresi karena kegagalan. Setelah kegagalan, masuk akal jika individu merenungkan apa yang salah dan apa yang bisa mereka lakukan. Pikiran itu kemudian berputar seperti roda di atas es yang kemudian mengarah pada rasa bersalah.

Kesimpulannya, depersi tidak langsung dikenali karena ada berbagai variasi dan gejala. Serupa seperti makanan salad yang juga memiliki beberapa variasi. Terlepas dari gejala spesifiknya, depresi sebenarnya dapat diobati. Anda atau siapapun yang Anda cintai tidak perlu menderita. Pengobatan kadang terasa lebih seperti seni dari pada sains, masih ada harapan untuk kembali pulih. 

Sumber: www.psychologytoday.com/intl/blog/how-be-yourself/202103/5-unofficial-varieties-depression


5 Variasi dari Depresi (Tidak Resmi) 5 Variasi dari Depresi (Tidak Resmi) Reviewed by Admin on Maret 31, 2021 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.